TIDUR merupakan kebutuhan manusia yang cukup vital. Ketika tidur tubuh beristirahat dan beberapa organ tubuh penting melakukan pekerjaannya. Namun, dalam ajaran Rasulullah SAW ada beberapa waktu tidur yang dilarang.
Kapan sajakah?
Tidur Setelah Shalat Subuh
Dari Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
”Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya” (HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih).
Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata :
“Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu orang shalih – adalah tidur antara shalat shubuh dengan terbitnya matahari, karena waktu itu adalah waktu yang sangat berharga sekali. Terdapat kebiasaan yang menarik dan agung sekali mengenai pemanfaatan waktu tersebut dari orang-orang shalih, sampai-sampai walaupun mereka berjalan sepanjang malam mereka tidak toleransi untuk istirahat pada waktu tersebut hingga matahari terbit. Karena ia adalah awal hari dan sekaligus sebagai kuncinya.
Ia merupakan waktu turunnya rizki, adanya pembagian, turunnya keberkahan, dan darinya hari itu bergulir dan mengembalikan segala kejadian hari itu atas kejadian saat yang mahal tersebut. Maka seyogyanya tidurnya pada saat seperti itu seperti tidurnya orang yang terpaksa” (Madaarijus-Saalikiin 1/459).
Tidur Sebelum Shalat Isya
Riwayat Abu Barzah dikatakan, “bahwasanya Rasulullah SAW membenci tidur sebelum shalat isya dan mengobrol setelahnya” (HR.Bukhari 568 dan Muslim 647)
Senin, 15 Juli 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar