SEBUAH DOA
UNTUK KESEMBUAHAN SAHABAT-KU
(Kisah Nyata)
Latarbelakang....Kisah
yang saya tulis ini adalah sebuah kisah nyata yang dialami seorang teman saya
yang baru saya kenal beberapa waktu lalu.Di kisah ini.Nama asli saya samarkan
untuk menjaga nama baik dan privasi keluarganya...
Akhir bulan April 2013.nenek saya
terpaksa harus di bawa ke rumah sakit Sarjitho untuk di operasi kakinya,akibat
terpeleset saat berangkat menuju mushola waktu sholat isyak.Kejadian yang
menimpa nenek-ku sudah cukup lama,keluarga besar kami sudah membawanya berobat
kemana-mana tapi tidak membuahkan hasil seperti yang diharapakan.Nenek saya
tetap tidak bisa berjalan normal seperti biasanya,untuk berjalan harus di bantu
mengunakan tongkat U.Sebuah tongkat yang memiliki kaki empat.
Keluarga besar kami sepakat untuk
operasi nenek di RS Sarjitho,tapi sementara waktu harus menunggu dokter serta
mendaftar antrian.Jadi harus tinggal semetara waktu di RS Sarjitho dulu.Waktu
itu nenek saya ada di lantai 2 ruang Cendana 1 kamar sembilan.Ternyata disana
berada di sebuah kamar berukuran 7x8 meter².Di dalamnya ada beberapa pasien
yang dirawat,pembatas dari satu pasien dengan pasien lain hanya mengunakan
koerden warna coklat.Melihat orang sakit,membuat hati saya tersentuh.Betapa
besar nikmat sehat yang telah saya dapatkan.Sebenarnya diri ini malu,sering
melakukan perbuatan dosa tapi Alloh Yang Maha Penyanyang masih memberikan
nikmat terbesarnya setelah iman yaitu nikmat sehat.
“Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah
yang kamu dustakan?”
(QS.Ar-Rohman: 16).
Bahkan Alloh Swt telah mengingatkan
kita melaui firman-Nya melalui surat Ar-Rohman.Sampai 40 kali dalam ayat yang
sama.
Setelah nenek saya di rawat di rumah
sakit,saya sering mejenguknya.Bergantian dengan om saya dan saudara keponakan
serta Kakak saya.Disana ketika saya gantian menjaga nenek,saya sering
berinteraksi dengan para penunggu pasien lain.Sampai Alloh Swt mempertemukan
saya dengan seorang bapak yang berusia sekitar 50 tahun.Karena kami sering
bertemu maka saya sempatkan bertanya,
”Pak yang sakit siapa”,
beliau
menjawab”anak saya mas”,
saya balik
bertanya “sakit apa pak”
Bapak tersebut diam sejenak,lalu belaiu mulai
bercerita,”Begini mas,ceritanya panjang,anak saya itu belum di ketahui sakitnya
apa.Saya kasihan sekali mas,badannya sampai habis.hingga tinggal terlihat
tulang dan kulitnya saja.Sudah enam rumah sakit kami datangi mas,tapi tak ada
satu pun yang mengetahui secara persis penyakit anak saya apa.Hingga dokter
yang di rumah sakit Ciamis menyarankan untuk di rawat ke RS Sarjitho saja.Karena
disini katanya ada dokter yang ahli bedah.Saya kasihan pada anak saya mas.Dia
sudah tidak punya ibu waktu dia masih SMP,apalagi dia anak pertama yang harus
ikut membantu menaggung beban ekonomi demi menyekolahkan kedua adiknya yang
masih SMA dan SD.Saya juga menyesal mas,meninggalkan dia di rumah memenuhi
kebutuhan sehari-hari.Sedangkan saya bekerja di kota Malang.Karena mengetahui
kabar anak saya sakit,saya langsung pulang ke Ciamis,(mata bapak itu mulai
berkaca-kaca).Anak saya ini orangnya rajin,pintar,suka membantu dan jarang
mengeluh,mungkin karena ibunya sudah meninggal dia merasa bertanggung jawab
besar terhadap adik-adiknya yang masih sekolah.(Hati saya langsung
bergetar,betapa berat ujian yang anak ini alami).Sambil menarik nafas,bapak
tersebut melajutkan ceritanya.”mas sebenarnya awal mula anak saya sakit karena
meminum SuperPel”.saya balas.”Apa pak? Cairan yang untuk membersihkan lantai”.
“Iya mas,dia setres karena di paksa menikah dengan beberapa
laki-laki yang tidak dia sukai.Selain itu dia juga belum mau menikah,karena
melihat adik-adiknya yang masih butuh biaya sekolah.Kejaidian itu terjadi pas
malam pergantian tahun baru,setelah dia meminum cairan Superpel dia langsung
pusing dan muntah-muntah darah.Budhe dan anggota keluarga yang pas ada di situ
langsung membawanya ke rumah sakit.Waktu itu saya tidak tau kenapa anak saya
jadi seperti itu,tapi setelah di priksa dokter.dan melihat cairan
muntahanya.Dokter bilang,dia sepertinya meminum sebuah cairan pembersih
lantai.(Hati saya langsung tersentak’”deg’” Ya Alloh kenapa dia sampai seperti
itu).Yang lebih mengejutkan lagi dia sakit samapai sekarang di sebabkan ada
yang “meyantetnya’.(Ya Alloh,betapa teganya orang yang melakukan hal seperti
itu).Kata bapak tersebut.Yang meyantet adalah anak laki-laki tetangga yang dia
tolak lamaranya.Bapak anak laki-laki itu,mempunyai ilmu hitam.Karena niatan anaknya
untuk menikahinya di tolak”
“Atagfirullohal’dzim,ada berapa orang laki-laki yang berniat
menikahi anak bapak? ”
“Sebenarnya ada banyak mas,tapi yang sering mengejar-ngejar
anak saya ada dua orang,seorang laki-laki tetangga saya dan seorang laki-laki
dari Kota Jepara Jawa Tengah.laki-laki dari Jepara bernama Rio (bukan nana
sebenarnya).Orangnya tinggi,agak gemuk,kulit coklat,muka lonjong.Rio ini baru
kenal anak saya sekitar 2 bulan langsung mau ngajak tunangan.Kejadianya pas anak saya Dewi(bukan nama asli)
pulang ke kampung halaman ibunya di Kota Jepara.Karena istri saya asli orang
Jepara mas.Disana juga banyak saudara istri saya.Rio setelah kenal anak
saya,ingin segera menikahinya.Sedangkan anak saya belum mau menikah”.Malam itu
saya sudahi pembicaraanya karena telah larut malam,saya pamitan pulang sama
nenek.Waktu itu yang ganti njagain om
saya.anak nenek yang paling akhir.
Hari berikutnya,awal bulan Mei 2013.Pagi begitu cerah,sang
mentari tersemyum indah pagi itu.Hembusan udara pagi melambai-lambaikan
daun-daun pepohonan.Suara Kicauan burung semakin membuat pagi itu semakin indah
dan penuh kehangatan.Alhamdulillah,betapa besarnya nikmat hidup yanhg Alloh SWT
berikan selama ini.
Aktivitas saya setiap pagi menjelang siang adalah jualan juz
menggunakan botol.Saya sering menjualnya dari satu TK ke TK lain atau ke Rumah
Sakit Wirosaban.Saya mlakukan itu karena ingin mengembleng jiwa Entrepreneur yang ada dalam diri saya.Disaat
anak-anak muda lain kesana-kemari memasukkan surat lamaran pekerjaan.Saya harus
bersusah payah menawarkan juz botolan pada orang lain,apalagi juz tersebut
bukan buatan saya sendiri melainkan buatan om saya yang beda nenek dan kakek.Saya
sering membawa sekitar 20 botol juz.Ternyata menjualkanya bukanlah perkara
mudah.Resiko di tolak sudah sering saya dapatkan,mungkin sudah ratusan kali
saya menawarkan sering di tolak.Itu menjadi beban mental saya,kalo perkara di tolak sich tidak apa-apa,tapi jika
jualan juznya tidak laku/habis menjadi beban mental tersendiri.ya karena saya
Cuma menjualkan bukan buat sendiri.Tapi,alhamdulillah sering habis sebelum
sholat dhuhur atau setelah dhuhur.Sering juga enggak tidak terjual semua.Ya dengan terpaksa harus saya minum
sendiri...hehehe..Malu bro muka saya
mau di taruh dimana..hahaha.Tapi ya
harus ganti uang buat juznya..(ini namanya bukan cari untung tapi ngajak rugi..hahaha).Tenang kawan,saya
jualal juz juga dapat keuntungan langsung dari setiap juz yang saya jual dan
masih di bayar setiap hari sabtu.(Jadi anda,tenang saja.Doakan supaya saya bisa
menjadi Pengusaha Muda Sukses.Sehingga bisa membasmi pegangguran di negeri
tercinta ini ”emang hama tumbuhan,pake
di basmi segala”hehehe. )
Sore hari saya,berniat menjenguk nenek kembali dan mau
menginap di rumah sakit Sarjitho gantian jagain
nenek.Berangkat kesana saya mengunakan motor Astrea 800 motor jadul buatan
tahun 1989.Malu? ngapain,yang penting thu
orang yang naek kendaraanya bukan
motornya..betul nggak??(kali ini anda
harus setuju dengan saya,lha ini kisah saya..hehehe).Harga diri dan akhlak yang
punya kendaraan harus lebih tinggi dibandingkan kendaraanya.(orang kok di
bandingkan dengan kendaraan?).Sekarang ini,sebuah kendaraan imagenya bisa lebih
tinggi dari pada yang punya.Lihat saja para koruptor,mobil mewah tapi harga
diri sangat rendah.Sungguh memalukan,makan uang rakyat masih bisa tersenyum,eh
masih pamerin mobilnya juga.
Setelah sampai disana langsung memarkirkan motor dan menuju
ruang Cendana 1 lantai 2.Setelah masuk kamar saya menuju bangsal nenek.Sambil
tanya bagaimana kondisinya sekarang.Alhamdulillah,masih dalam kondisi baik.Saya
sempatkan berkunjung ke bangsal Dewi,ingin megetahui kondisinya
langsung.Disana
saya di sambut ramah oleh bapak dan budhenya Dewi.Melihat kondisi Dewi sangat
memprihatinkan.Dia hanya tergolek lemas tak berdaya di atas tempat tidur,tubuh
kurus sekali hingga terlihat kulit berbalut tulang.Hati ini miris
melihatnya.(Ya Alloh,kasihan sekali anak ini harus menaggung beban fisik dan
psikologis.).Budhenya menceritakan masa lalunya Dewi,”Mas Feri(bukan nama asli),Dewi
itu anak yang baik,rajin,pintar,penurut dan tidak suka mengeluh.Tiap hari dia
bekerja sampai larut malam di sebuah
supermarket,karena dia bekerja di bagian Cashier.Kadang
saya tidak tega mas,dia harus pulang malam,pasti capek juga karena bekerja
berdiri terus.”.Saya lihat,budhenya bercerita sampai matanya berkaca-kaca dan
sesekali menyeka air matanya.Beliau bercerita lagi,”Mas Feri,Dewi sampai
seperti ini karena dipaksa untuk menikah,padahal Dewi belum mau
menikah.Keluarga kami juga tidak memaksa Dewi untuk menikah.Tapi cowok yang
bernama Rio (bukan nama asli) anak Jepara minta tunangan.Cowok yang
nejar-ngejar Dewi juga banyak mas.Dulu pas di Rumah Sakit di Ciamis,Dewi sering
pingsan.Sepertinya Dewi juga di Santet oleh anak cowok tetangganya.Karena dia
mengajak nikah tapi Dewi tidak mau.”.saya balas,”Astagfirulloh,kok tega-teganya
dia berbuat seperti itu”.Budhenya bilang,”Memang mas,budaya disini kalo cinta
di tolak dukun bertindak.Karena disini budaya seperti itu masih kuat”.(Kalau
kita,Cinta di tolak,harusnya sedekah,sholat dhuha,sholat tahajud,berdoa dan
perbaiki diri yang HARUS BERTINDAK...Betul atau sangat betull....hehehe)
Hari berikutnya,di sore hari saya jadi gantian buat njagain nenek.Saya sempatkan berbicara
dengan ayah Dewi,menayakan kabar bagaimana kondisinya sekarang.Ternyata masih
seperti kemarin.Setelah isyak ketika saya mau tidur,budhenya Dewi tiba-tiba
memanggil saya.
“Mas Feri,kesini sebentar”
“Ada apa bu? ”
“Begini mas,Rio anak Jepara mau datang kesini,saya ingin mas
Feri berlagak jadi teman dekat Dewi dan duduk disampingnya.Kalau Dewi mendengar
orang Jepara biasanya dia bisa langsung pingsan apalagi mendengar nama Rio.Bisa
ngedrop mas.(Batin saya,wah bahaya
juga ya,sudah ngejar-ngejar mau nikahin sampai sakit seperti ini.Eh
berani-beraninya datang menjengguk).”
Saya langsung duduk disamping Dewi sambil ngepasin dia pake
kipas sate.(duh,romantisnya.hehehe.Jangan berpikir macem-macem ya.).Saya
sengaja duduk di samping Dewi supaya membuat Rio cemburu.Sehingga dia
menganggap saya adalah pacarnya.Itu saya lakukan demi kebaikan keluarga Dewi
dan Dewi sendiri.
Bayangkan kawan,bagaimana rasanya jika orang yang membuat
kita sakit parah,eh tiba-tiba datang menjengguk,pasti tambah sakit.kan?.Apalagi
seperti kasus Dewi.Apalagi Rio masih berniat menikahi Dewi jika sudah
sembuh.Bahaya bertingkat-tingkat.Jangan sampai terjadiiii....!!!.Akhirnya Rio
datang juga bersama kedua orang tuanya.Ketika dia masuk ke rungan,oh ini tho
yang namanya Rio.Dia agak gendut kulit sawo matang tinggi sekitar 168 cm.Dia
langsung melihat kondisi Dewi.Saya pikir,dia sepertinya anak orang kaya.Dilihat
dari penampilan dia dan ibunya.Pantes saja berani-beraninya mau nikahin
Dewi.Saya sempatkan bertanya pada dia.”Mas namanya siapa”.Dia jawab.”Saya Rio
mas,dari Jepara”,(Dalam hati saya membatin,anak seperti ini mau menikahin
Dewi,hemm...sepertinya kurang cocok deh.Maaf,bukan saya sok tahu kehendak Yang
Maha Kuasa.Tapi ya lihat diri sendiri dulu kita sekufu dengan seseorang yang
mau dinikahin enggak??).Saya tanya
lagi,”Mas,dulu lulusan apa? “,Dia jawab,”Saya SMA saja enggak lulus
mas”.(wah,tambah parah nih).Saya sahut,’’ikut kejar paket enggak mas?”.Dia jawab,”enggak
mas,saya enggak ikut kejar
paket”.(Batin saya,Wah parahhh..bangetttsss.... sich orang ini...saya lihat
ekspresi wajahnya sambil bangga...kalau saya jadi kakak kandung atau saudara
laki-lakinya Dewi,bisa-bisa bogem mentah sudah mendarat di wajahnya.Kurang ajar
betul anak ini.Mau menikahin cewek yang dulunya cantik,rajin,pinter,baik dan
suka membantu.Sekarang sakit parah dan berubah secara fisik hampir 180º sudah
tidak secantik dulu lagi ).
Di tengah kehenigan malam,ternyata Dewi sadar bahwa Rio ada
di dekatnya,(untung Dewi enggak
pingsan).Dewi mencoba megumpulkan tenaganya,dia bilang,”Mas,jangan
ngejar-ngejar aku lagi.Kamu sudah tahukan,aku sampai sakit seperti ini.Mulai
sekarang kita putus saja.Tidak usah menikahin aku”.Oh,akhirnya Rio juga
memutuskan juga tidak akan mengejar dia lagi.
Ketika cinta hadir dengan TERPAKSA....
Apakah akan berakhir dengan BAHAGIA...??
Ketika cinta muncul BERTEPUK SEBELAH TANGA...
Apakah harus di PERTAHANKAN SAMPAI AKHIR MASA...??
Ketika cinta hanya BERDASARKAN RUPA....
Apakah Cinta sanggup bertahan sampai USIA TUA...??
CINTA adalah sebuah kata yang MAMPU MENYIHIR jiwa-jiwa
manusia terbuai dalam fatamorgana,Jika CINTA tidak di tempatkan pada tempat
yang semestinya.
CINTA SEJATI adalah mencintai KARENA DAN UNTUK ALLAH SWT.
Hari berikutnya,.Budhenya Dewi bilang,”Mas kemarin pas Rio
datang kesini.Setelah di putusin sama Dewi.Dia menanggis di luar ruangan lho
mas”.(Batin saya,Cemen bangettss tu cowok,di gituin aja nanggis..hehehe).Saya
sahut,”Biarin saja bu,yang penting Dewi cepat sembuh.Kasihan kalo Dewi sampai
seperti ini terus”.Beliau jawab,”Iya mas,keluarga kami saja tidak
setuju.Mentang-mentang anak orang kaya,seenaknya saja mau nikahin anak
orang”.Setelah itu,saya ngobrol dengan bapaknya,”Pak,penyakitnya Dewi sudah di
temukan belum?”.Beliau jawab,”Sudah mas,kata dokter dia sakit tumor dan harus
segera di operasi”.
“Butuh biaya berapa pak untuk operasi? ”
“Katanya dokter,sekitar 32 juta mas”
“Wah,banyak juga ya”
“Iya mas,saya juga binggung harus dapatkan uang sebanyak
itu.Apalagi Dewi tidak punya JAMKESMAS”
Astagfirulloh,kasihan bener anak ini.Saya langsung
berinisiatif untuk mencari bantuan dana.Saya sms,sin teman-teman saya yang
pengusaha,ustad dan yang punya komunitas sosial seperti Maklar
Sedekah,www.kirimsedekah.com,dll.Inisiatif dari teman saya yang punya komunitas
di website www.kirimsedekah.com.Di suruh menulis lengkap data pasien
dan di foto.Saya langsung pulang dan pinjam kamera digital punya temen.Hari
berikutnya saya datang dan minta izin untuk memfoto Dewi,untuk mencarikan dana
biaya operasi.Keluarganya menyutujui.Data pasien dan foto saya langsung kirim
lewat email ke email website www.kirimsedekah.com.Hari itu juga berita teman saya langsung
di posting di halaman website tersebut.
Hari Jumat siang,10 Mei 2013.Saya dapat sms dari seorang
ustad.Saya buka,”Mas,ini ada sedikit dana untuk bantu Dewi,nanti sore jam 4
bertemu di masjid Nurul ‘Ashri Deresan ya?”.Saya balas,”InsyaAlloh ustad akan
saya usahakan”.Sore hari,jam 15.15 menit saya langsung menuju masjid Nurul
‘Ashri,waktu itu saya sampai jam 4 kurang dikit.Sambil menuggu ustad Andi
(Bukan nama asli) datang,saya membaca buku dan sms beliau,”Ustad saya sudah
sampai di masjid”.Beliau balas,”Di tunggu sebentar ya
mas,saya lagi banyak
tamu”.Saya balas,”oke ustad”.Ternyata ustad Andi pada waktu itu bertepatan
dengan jadwal mengisi kajian rutin disana.Saya melanjutkan membaca buku sambil
memperhatikan orang-orang yang masuk ke halaman parkir.Siapa tau ustad Andi
sudah datang,saya sudah kenal beliau karena sering ngisi kajian dimana-mana dan
juga pernah mengisi acara di radio MQ FM
Jogja.Tiba-tiba beliau datang mengunakan mobil Xenia warna Coklat
Silver.Saya langsung menyapa,”Assalamu’laikum
ustad”.”Wa’laikumussalam,dengan
mas Feri ya,”.”iya ustad”.”Mas ini ada dana untuk Dewi sekitar Rp
1.450.000,semoga bermanfaat”.Ustad Andi langsung menyerahkan amplop putih
berisi uang Rp 1.450.000.”Terimakasih banyak ustad,semoga amal kebaikan ustad
di balas lebih baik oleh Alloh SWT”.Ustad jawab,”Aamiin”.Saya langsung
berpamitan dan segera menuju RS Sarjitho.
Dari rumah saya sudah berniat untuk menginap lagi menjaga
nenek.Sampai disana saya menuju Bangsal nenek saya,betapa terkejutnya
saya.Nenek saya sudah tidak ada di tempat.Saya menuju bangsal Dewi,bertemu
dengan budhenya.Saya tanya,”Bu,nenek saya kok sudah tidak ada ya”.”Sudah di
bawa pulang mas,baru saja.Mas Feri tadi bertemu di jalan tidak”.”Tidak bertemu
bu”.Ya sudah enggak papa(batin saya).Saya
meyerahkan uang yang ada di dalam amplop.”Bu,ini ada sedikit dana untuk
Dewi,totalnya Rp 1.450.000”.
Terlihat
matanya berkaca-kaca dan mulutnya bergetar,”Mas Feri,terimaksih banyak sudah
banyak membantu.Maaf kami jadi ngrepotin mas Feri.Padahal mas baru kenal kami
baru beberapa saat”.”Tidak apa-apa bu,saya senang bisa membantu”.Oh,betapa
bahagianya jika kita bisa banyak bermanfaat buat sesama.Hidup terasa semakin
indah dan menyenangkan.”Mas,hari sabtu besok kami mau bawa pulang Dewi ke
Ciamis dulu,mau mengurus surat bantuan operasi”.”Owh,terus pulang ke Ciamis mau
naik kendaraan apa bu? “.”Naik mobil carteran atau rental mas,karena kasihan
Dewi kalau pake bus,sedangkan kondisinya masih lemah”.Sambil pikir-pikir,saya
teringat teman yang punya usaha mobil rental.Ketika itu,langsung saya sms.”Mas
Feri,kalau besok kami jadi pulang ke Ciamis,mas harus ikut ya...Biar tau
keadaan disana seperti apa.Pokoknya harus ikut..biar kami ada teman
baru,apalagi mas Feri sudah banyak membantu”.Saya jawab,”InsyaAlloh bu,tapi
saya izin dulu sama orang tua”.
Hari Sabtu pagi, 11 Mei
2013.Keluarga Dewi sudah mulai mengemasi barang-barang dan mengurus biaya
adminitrasi Rumah Sakit.Jam 09.00 mereka sudah selesai semua untuk persiapan
pulang.Ketika saya lagi jualan juz,budhenya telephone saya,”Mas Feri,mobil
rentalnya sudah dapat belum?”.Saya jawab,”Belum bu,kalau mobilnya sudah ada
tapi sopirnya yang belum dapat”.Hari Jumat kemarin saya bilang mau menyarikan
mobil rentalnya.”Kami sudah selesai semua,tinggal nunggu mobilnya”.Saya kira
mereka kemarin mau pulang sore ini,ternyata pagi ini semuanya sudah beres.Saya
sms dan telephon berkali-kali teman saya yang punya usaha rental
mobil.Tiba-tiba teman saya telephone,”Mas mobil dan sopir bisanya setelah
magrib”.”Maaf mas,keluarga teman saya sudah siap dari sekarang mau pulang ke
Ciamis,kalau mobil untuk sore ini ada tidak?”.”Kalau sore ini belum ada yang kosong
mas,semua sudah penuh dan di pesan”.”Wah,gimana ya...teman keluarga saya pengen
segera pulang siang ini.”.”Ya,sudah nanti akan saya kabari lagi kalau mobil
untuk sore ini sudah ada”.
Menjelang siang budhenya Dewi
telephone lagi,”Mas Feri mobilnya sudah ada belum”.”Maaf bu,mobil dan supirnya
baru bisa setelah magrib.”.”Kalau sampai magrib kelamaan mas,kasihan Dewi juga
kalau menunggu terlalu lama.Ya sudah saya cari mobil carteran yang ada
disini”.”Iya bu,silahkan”.
Setelah Dzuhur,teman saya sms.”Mas,mobil
dan supir sudah ada,tapi jam 3,bagaimana?”.Saya balas,”Oke mas,tapi saya sms
keluaarga teman saya dulu,mau tidak?,karena mereka buru-buru mau segera
pulang”.”Oke,nanti saya di kabari lagi ya”.Saya balas,”Siap.mas”.Selang
beberapa jam,Dewi langsung sms saya,”Mas,mobilnya kami sudah dapat.”.Saya
balas,”Syukurlah,gimana nich saya jadi harus ikut tidak?”.
Saat bertemu dulu
saya sudah minta nomer hpnya dan dia sudah tau nomer hp saya.Sebenarnya saya
sudah siap dari pagi ,kalau jadi di ajak ke Ciamis dan sudah bilang sama bapak
dan ibu,di perbolehkan ikut.Sambil menunggu jawaban sms dari Dewi,saya
istirahat dulu.Hingga sampai sore saya belum dapat balasan juga.Saya berpikir
positif saja,mungkin Alloh belum menghendaki saya ikut dengan mereka ke
Ciamis.Dan benar saja,sampai malam belum balas sms saya.Dia pasti sudah
berangkat pulang ke Ciamis.Tidak masalah bagi saya,ini adalah yang terbaik bagi
saya.
Hari Selasa pagi jam 09.00,14 Mei
2013. Saat saya sedang parkir motor di RS Wirosaban,tiba-tiba hp saya berbunyi
ada sms masuk,lansung saya buka,”Mas,ini ada dana lagi untuk Dewi kira-kira
bisa di ambil jam berapa?”,saya balas,”Maaf ustad,saya lagi jualan juz,insya
Alloh kalau sudah selesai akan saya sms lagi”.
Alhamdulillah,sekitar jam 12.30 WIB
jualan jus saya sudah habis,saya sms ustad Andi untuk janji ketemuan jam
berapa?.Beliau balas ketemuan jam 13.30 WIB di kantornya di daerah Condongcatur
Sleman Jogjakarta.Sambil menunggu jam 13.30 WIB saya istrahat sebentar.
Jam 13.00 saya tancap gas menuju
kantor ustad Andi,sampai disana ustad Andi sudah menunggu.Saya ceritakan
kronologi sebagian besar kasus sakit Dewi.Beliau menyarankan uang RP 3.000.000
yang akan diberikan kepada Dewi untuk sebagian dibelikan air zam-zam supaya
mengusir gangguan jin yang ada di tubuhnya.Setelah menerima uang tersebut saya
langsung berpamitan pulang.
Hari berikutnya saya sms adiknya
Dewi minta nomer rekening,karena mau transfer uang bantuan dana untuk
kakaknya.Hari itu juga langsung saya transfer dan sms Dewi,bahwa sebagian
uangnya untuk membeli air zam-zam.Setelah itu budhenya telephone saya
mengucapkan trimakasih.
Setelah beberapa hari tidak
komunikasi dengan keluarganaya.Ahad 19 Mei 2013 budhenya telephone
saya,”Assalamu’laikum mas Feri”.
”Wa’alaikumussalam”
“Mas,Dewi
sekarang dibawa ke RS Banyumas,kondisinya kritis mas.Minta doanya ya mas supaya
Dewi bisa cepat sembuh kembali”
“Ya,bu.Akan
selalu saya doakan untuk kesembuhannya”
“Makasih
banyak mas Feri”
Telephone
langsung terputus,tut tut tut.....
Selasa Malam,28 Mei 2013.Hp saya ada
pangilan masuk,”Assalamu’laikum,ada apa bu?”
”Mas ini
saya budhenya Dewi,mas besok Rabu Dewi mau di operasi,tapi kondisinya masih
lemah.Mas doakan ya,jika jadi operasinya besok smoga lancar dan Dewi bisa sehat
kembali”
“InsyaAlloh
akan selalu saya doakan untuk kesembuhannya bu”
“Makasih
banyak mas Feri,salam buat ibu dan keluarga ya”
“Iya
bu,akan saya sampaikan”
Sambungan
telephone pun mati.....
Ya Alloh Ya Rahman Ya Rahim.....
Ya Alloh,berikanlah kesembuhan untuk
teman-ku Devi Fitriani(nama asli).
Berikanlah dia kesempatan untuk
sehat kembali dan gugurkanlah segala dosanya....
Ya Alloh,maafkanlah segala kesalahan
yang telah di perbuatnya....
Ya Alloh,saya ingin melihat senyum
manisnya bersinar kembali mewarnai hari-harinya....
Aamiin Ya Rabbal’alamiin....
"Tulisan
ini diikutsertakan dalam Lomba menulis milad satu tahun berdirinya Penerbit
Gaul Fresh Indonesia bersama Sang Ksatria Pena La Ode Munafar"

0 komentar:
Posting Komentar