Minggu, 01 Februari 2015

Sebuah Doa Untuk Kesembuhan Sahabatku



SEBUAH DOA UNTUK KESEMBUAHAN SAHABAT-KU
(Kisah Nyata)

Latarbelakang....Kisah yang saya tulis ini adalah sebuah kisah nyata yang dialami seorang teman saya yang baru saya kenal beberapa waktu lalu.Di kisah ini.Nama asli saya samarkan untuk menjaga nama baik dan privasi keluarganya...


            Akhir bulan April 2013.nenek saya terpaksa harus di bawa ke rumah sakit Sarjitho untuk di operasi kakinya,akibat terpeleset saat berangkat menuju mushola waktu sholat isyak.Kejadian yang menimpa nenek-ku sudah cukup lama,keluarga besar kami sudah membawanya berobat kemana-mana tapi tidak membuahkan hasil seperti yang diharapakan.Nenek saya tetap tidak bisa berjalan normal seperti biasanya,untuk berjalan harus di bantu mengunakan tongkat U.Sebuah tongkat yang memiliki kaki empat.

            Keluarga besar kami sepakat untuk operasi nenek di RS Sarjitho,tapi sementara waktu harus menunggu dokter serta mendaftar antrian.Jadi harus tinggal semetara waktu di RS Sarjitho dulu.Waktu itu nenek saya ada di lantai 2 ruang Cendana 1 kamar sembilan.Ternyata disana berada di sebuah kamar berukuran 7x8 meter².Di dalamnya ada beberapa pasien yang dirawat,pembatas dari satu pasien dengan pasien lain hanya mengunakan koerden warna coklat.Melihat orang sakit,membuat hati saya tersentuh.Betapa besar nikmat sehat yang telah saya dapatkan.Sebenarnya diri ini malu,sering melakukan perbuatan dosa tapi Alloh Yang Maha Penyanyang masih memberikan nikmat terbesarnya setelah iman yaitu nikmat sehat.
“Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?”
(QS.Ar-Rohman: 16).

Bahkan Alloh Swt telah mengingatkan kita melaui firman-Nya melalui surat Ar-Rohman.Sampai 40 kali dalam ayat yang sama.

            Setelah nenek saya di rawat di rumah sakit,saya sering mejenguknya.Bergantian dengan om saya dan saudara keponakan serta Kakak saya.Disana ketika saya gantian menjaga nenek,saya sering berinteraksi dengan para penunggu pasien lain.Sampai Alloh Swt mempertemukan saya dengan seorang bapak yang berusia sekitar 50 tahun.Karena kami sering bertemu maka saya sempatkan bertanya,
”Pak yang sakit siapa”,
beliau menjawab”anak saya mas”,
saya balik bertanya “sakit apa pak”

Bapak tersebut diam sejenak,lalu belaiu mulai bercerita,”Begini mas,ceritanya panjang,anak saya itu belum di ketahui sakitnya apa.Saya kasihan sekali mas,badannya sampai habis.hingga tinggal terlihat tulang dan kulitnya saja.Sudah enam rumah sakit kami datangi mas,tapi tak ada satu pun yang mengetahui secara persis penyakit anak saya apa.Hingga dokter yang di rumah sakit Ciamis menyarankan untuk di rawat ke RS Sarjitho saja.Karena disini katanya ada dokter yang ahli bedah.Saya kasihan pada anak saya mas.Dia sudah tidak punya ibu waktu dia masih SMP,apalagi dia anak pertama yang harus ikut membantu menaggung beban ekonomi demi menyekolahkan kedua adiknya yang masih SMA dan SD.Saya juga menyesal mas,meninggalkan dia di rumah memenuhi kebutuhan sehari-hari.Sedangkan saya bekerja di kota Malang.Karena mengetahui kabar anak saya sakit,saya langsung pulang ke Ciamis,(mata bapak itu mulai berkaca-kaca).Anak saya ini orangnya rajin,pintar,suka membantu dan jarang mengeluh,mungkin karena ibunya sudah meninggal dia merasa bertanggung jawab besar terhadap adik-adiknya yang masih sekolah.(Hati saya langsung bergetar,betapa berat ujian yang anak ini alami).Sambil menarik nafas,bapak tersebut melajutkan ceritanya.”mas sebenarnya awal mula anak saya sakit karena meminum SuperPel”.saya balas.”Apa pak? Cairan yang untuk membersihkan lantai”.

“Iya mas,dia setres karena di paksa menikah dengan beberapa laki-laki yang tidak dia sukai.Selain itu dia juga belum mau menikah,karena melihat adik-adiknya yang masih butuh biaya sekolah.Kejaidian itu terjadi pas malam pergantian tahun baru,setelah dia meminum cairan Superpel dia langsung pusing dan muntah-muntah darah.Budhe dan anggota keluarga yang pas ada di situ langsung membawanya ke rumah sakit.Waktu itu saya tidak tau kenapa anak saya jadi seperti itu,tapi setelah di priksa dokter.dan melihat cairan muntahanya.Dokter bilang,dia sepertinya meminum sebuah cairan pembersih lantai.(Hati saya langsung tersentak’”deg’” Ya Alloh kenapa dia sampai seperti itu).Yang lebih mengejutkan lagi dia sakit samapai sekarang di sebabkan ada yang “meyantetnya’.(Ya Alloh,betapa teganya orang yang melakukan hal seperti itu).Kata bapak tersebut.Yang meyantet adalah anak laki-laki tetangga yang dia tolak lamaranya.Bapak anak laki-laki itu,mempunyai ilmu hitam.Karena niatan anaknya untuk menikahinya di tolak”

“Atagfirullohal’dzim,ada berapa orang laki-laki yang berniat menikahi anak bapak? ”

“Sebenarnya ada banyak mas,tapi yang sering mengejar-ngejar anak saya ada dua orang,seorang laki-laki tetangga saya dan seorang laki-laki dari Kota Jepara Jawa Tengah.laki-laki dari Jepara bernama Rio (bukan nana sebenarnya).Orangnya tinggi,agak gemuk,kulit coklat,muka lonjong.Rio ini baru kenal anak saya sekitar 2 bulan langsung mau ngajak tunangan.Kejadianya pas anak saya Dewi(bukan nama asli) pulang ke kampung halaman ibunya di Kota Jepara.Karena istri saya asli orang Jepara mas.Disana juga banyak saudara istri saya.Rio setelah kenal anak saya,ingin segera menikahinya.Sedangkan anak saya belum mau menikah”.Malam itu saya sudahi pembicaraanya karena telah larut malam,saya pamitan pulang sama nenek.Waktu itu yang ganti njagain om saya.anak nenek yang paling akhir.

Hari berikutnya,awal bulan Mei 2013.Pagi begitu cerah,sang mentari tersemyum indah pagi itu.Hembusan udara pagi melambai-lambaikan daun-daun pepohonan.Suara Kicauan burung semakin membuat pagi itu semakin indah dan penuh kehangatan.Alhamdulillah,betapa besarnya nikmat hidup yanhg Alloh SWT berikan selama ini.

Aktivitas saya setiap pagi menjelang siang adalah jualan juz menggunakan botol.Saya sering menjualnya dari satu TK ke TK lain atau ke Rumah Sakit Wirosaban.Saya mlakukan itu karena ingin mengembleng jiwa Entrepreneur yang ada dalam diri saya.Disaat anak-anak muda lain kesana-kemari memasukkan surat lamaran pekerjaan.Saya harus bersusah payah menawarkan juz botolan pada orang lain,apalagi juz tersebut bukan buatan saya sendiri melainkan buatan om saya yang beda nenek dan kakek.Saya sering membawa sekitar 20 botol juz.Ternyata menjualkanya bukanlah perkara mudah.Resiko di tolak sudah sering saya dapatkan,mungkin sudah ratusan kali saya menawarkan sering di tolak.Itu menjadi beban mental saya,kalo perkara di tolak sich tidak apa-apa,tapi jika jualan juznya tidak laku/habis menjadi beban mental tersendiri.ya karena saya Cuma menjualkan bukan buat sendiri.Tapi,alhamdulillah sering habis sebelum sholat dhuhur atau setelah dhuhur.Sering juga enggak tidak terjual semua.Ya dengan terpaksa harus saya minum sendiri...hehehe..Malu bro muka saya mau di taruh dimana..hahaha.Tapi ya harus ganti uang buat juznya..(ini namanya bukan cari untung tapi ngajak rugi..hahaha).Tenang kawan,saya jualal juz juga dapat keuntungan langsung dari setiap juz yang saya jual dan masih di bayar setiap hari sabtu.(Jadi anda,tenang saja.Doakan supaya saya bisa menjadi Pengusaha Muda Sukses.Sehingga bisa membasmi pegangguran di negeri tercinta ini ”emang hama tumbuhan,pake di basmi segala”hehehe. )


Sore hari saya,berniat menjenguk nenek kembali dan mau menginap di rumah sakit Sarjitho gantian jagain nenek.Berangkat kesana saya mengunakan motor Astrea 800 motor jadul buatan tahun 1989.Malu? ngapain,yang penting thu orang yang naek kendaraanya bukan motornya..betul nggak??(kali ini anda harus setuju dengan saya,lha ini kisah saya..hehehe).Harga diri dan akhlak yang punya kendaraan harus lebih tinggi dibandingkan kendaraanya.(orang kok di bandingkan dengan kendaraan?).Sekarang ini,sebuah kendaraan imagenya bisa lebih tinggi dari pada yang punya.Lihat saja para koruptor,mobil mewah tapi harga diri sangat rendah.Sungguh memalukan,makan uang rakyat masih bisa tersenyum,eh masih pamerin mobilnya juga.

Setelah sampai disana langsung memarkirkan motor dan menuju ruang Cendana 1 lantai 2.Setelah masuk kamar saya menuju bangsal nenek.Sambil tanya bagaimana kondisinya sekarang.Alhamdulillah,masih dalam kondisi baik.Saya sempatkan berkunjung ke bangsal Dewi,ingin megetahui kondisinya 

langsung.Disana saya di sambut ramah oleh bapak dan budhenya Dewi.Melihat kondisi Dewi sangat memprihatinkan.Dia hanya tergolek lemas tak berdaya di atas tempat tidur,tubuh kurus sekali hingga terlihat kulit berbalut tulang.Hati ini miris melihatnya.(Ya Alloh,kasihan sekali anak ini harus menaggung beban fisik dan psikologis.).Budhenya menceritakan masa lalunya Dewi,”Mas Feri(bukan nama asli),Dewi itu anak yang baik,rajin,pintar,penurut dan tidak suka mengeluh.Tiap hari dia bekerja sampai larut malam di sebuah 

supermarket,karena dia bekerja di bagian Cashier.Kadang saya tidak tega mas,dia harus pulang malam,pasti capek juga karena bekerja berdiri terus.”.Saya lihat,budhenya bercerita sampai matanya berkaca-kaca dan sesekali menyeka air matanya.Beliau bercerita lagi,”Mas Feri,Dewi sampai seperti ini karena dipaksa untuk menikah,padahal Dewi belum mau menikah.Keluarga kami juga tidak memaksa Dewi untuk menikah.Tapi cowok yang bernama Rio (bukan nama asli) anak Jepara minta tunangan.Cowok yang nejar-ngejar Dewi juga banyak mas.Dulu pas di Rumah Sakit di Ciamis,Dewi sering pingsan.Sepertinya Dewi juga di Santet oleh anak cowok tetangganya.Karena dia mengajak nikah tapi Dewi tidak mau.”.saya balas,”Astagfirulloh,kok tega-teganya dia berbuat seperti itu”.Budhenya bilang,”Memang mas,budaya disini kalo cinta di tolak dukun bertindak.Karena disini budaya seperti itu masih kuat”.(Kalau kita,Cinta di tolak,harusnya sedekah,sholat dhuha,sholat tahajud,berdoa dan perbaiki diri yang HARUS BERTINDAK...Betul atau sangat betull....hehehe)


Hari berikutnya,di sore hari saya jadi gantian buat njagain nenek.Saya sempatkan berbicara dengan ayah Dewi,menayakan kabar bagaimana kondisinya sekarang.Ternyata masih seperti kemarin.Setelah isyak ketika saya mau tidur,budhenya Dewi tiba-tiba memanggil saya.

“Mas Feri,kesini sebentar”
“Ada apa bu? ”
“Begini mas,Rio anak Jepara mau datang kesini,saya ingin mas Feri berlagak jadi teman dekat Dewi dan duduk disampingnya.Kalau Dewi mendengar orang Jepara biasanya dia bisa langsung pingsan apalagi mendengar nama Rio.Bisa ngedrop mas.(Batin saya,wah bahaya juga ya,sudah ngejar-ngejar mau nikahin sampai sakit seperti ini.Eh berani-beraninya datang menjengguk).”

Saya langsung duduk disamping Dewi sambil ngepasin dia pake kipas sate.(duh,romantisnya.hehehe.Jangan berpikir macem-macem ya.).Saya sengaja duduk di samping Dewi supaya membuat Rio cemburu.Sehingga dia menganggap saya adalah pacarnya.Itu saya lakukan demi kebaikan keluarga Dewi dan Dewi sendiri.

Bayangkan kawan,bagaimana rasanya jika orang yang membuat kita sakit parah,eh tiba-tiba datang menjengguk,pasti tambah sakit.kan?.Apalagi seperti kasus Dewi.Apalagi Rio masih berniat menikahi Dewi jika sudah sembuh.Bahaya bertingkat-tingkat.Jangan sampai terjadiiii....!!!.Akhirnya Rio datang juga bersama kedua orang tuanya.Ketika dia masuk ke rungan,oh ini tho yang namanya Rio.Dia agak gendut kulit sawo matang tinggi sekitar 168 cm.Dia langsung melihat kondisi Dewi.Saya pikir,dia sepertinya anak orang kaya.Dilihat dari penampilan dia dan ibunya.Pantes saja berani-beraninya mau nikahin Dewi.Saya sempatkan bertanya pada dia.”Mas namanya siapa”.Dia jawab.”Saya Rio mas,dari Jepara”,(Dalam hati saya membatin,anak seperti ini mau menikahin Dewi,hemm...sepertinya kurang cocok deh.Maaf,bukan saya sok tahu kehendak Yang Maha Kuasa.Tapi ya lihat diri sendiri dulu kita sekufu dengan seseorang yang mau dinikahin enggak??).Saya tanya lagi,”Mas,dulu lulusan apa? “,Dia jawab,”Saya SMA saja enggak lulus mas”.(wah,tambah parah nih).Saya sahut,’’ikut kejar paket enggak mas?”.Dia jawab,”enggak mas,saya enggak ikut kejar paket”.(Batin saya,Wah parahhh..bangetttsss.... sich orang ini...saya lihat ekspresi wajahnya sambil bangga...kalau saya jadi kakak kandung atau saudara laki-lakinya Dewi,bisa-bisa bogem mentah sudah mendarat di wajahnya.Kurang ajar betul anak ini.Mau menikahin cewek yang dulunya cantik,rajin,pinter,baik dan suka membantu.Sekarang sakit parah dan berubah secara fisik hampir 180º sudah tidak secantik dulu lagi ).

Di tengah kehenigan malam,ternyata Dewi sadar bahwa Rio ada di dekatnya,(untung Dewi enggak pingsan).Dewi mencoba megumpulkan tenaganya,dia bilang,”Mas,jangan ngejar-ngejar aku lagi.Kamu sudah tahukan,aku sampai sakit seperti ini.Mulai sekarang kita putus saja.Tidak usah menikahin aku”.Oh,akhirnya Rio juga memutuskan juga tidak akan mengejar dia lagi.

Ketika cinta hadir dengan TERPAKSA....
Apakah akan berakhir dengan BAHAGIA...??
Ketika cinta muncul BERTEPUK SEBELAH TANGA...
Apakah harus di PERTAHANKAN SAMPAI AKHIR MASA...??
Ketika cinta hanya BERDASARKAN RUPA....
Apakah Cinta sanggup bertahan sampai USIA TUA...??
CINTA adalah sebuah kata yang MAMPU MENYIHIR jiwa-jiwa manusia terbuai dalam fatamorgana,Jika CINTA tidak di tempatkan pada tempat yang semestinya.

CINTA SEJATI adalah mencintai KARENA DAN UNTUK ALLAH SWT.

Hari berikutnya,.Budhenya Dewi bilang,”Mas kemarin pas Rio datang kesini.Setelah di putusin sama Dewi.Dia menanggis di luar ruangan lho mas”.(Batin saya,Cemen bangettss tu cowok,di gituin aja nanggis..hehehe).Saya sahut,”Biarin saja bu,yang penting Dewi cepat sembuh.Kasihan kalo Dewi sampai seperti ini terus”.Beliau jawab,”Iya mas,keluarga kami saja tidak setuju.Mentang-mentang anak orang kaya,seenaknya saja mau nikahin anak orang”.Setelah itu,saya ngobrol dengan bapaknya,”Pak,penyakitnya Dewi sudah di temukan belum?”.Beliau jawab,”Sudah mas,kata dokter dia sakit tumor dan harus segera di operasi”.
“Butuh biaya berapa pak untuk operasi? ”
“Katanya dokter,sekitar 32 juta mas”
“Wah,banyak juga ya”
“Iya mas,saya juga binggung harus dapatkan uang sebanyak itu.Apalagi Dewi tidak punya JAMKESMAS”

Astagfirulloh,kasihan bener anak ini.Saya langsung berinisiatif untuk mencari bantuan dana.Saya sms,sin teman-teman saya yang pengusaha,ustad dan yang punya komunitas sosial seperti Maklar Sedekah,www.kirimsedekah.com,dll.Inisiatif dari teman saya yang punya komunitas di website www.kirimsedekah.com.Di suruh menulis lengkap data pasien dan di foto.Saya langsung pulang dan pinjam kamera digital punya temen.Hari berikutnya saya datang dan minta izin untuk memfoto Dewi,untuk mencarikan dana biaya operasi.Keluarganya menyutujui.Data pasien dan foto saya langsung kirim lewat email ke email website www.kirimsedekah.com.Hari itu juga berita teman saya langsung di posting di halaman website tersebut.

Hari Jumat siang,10 Mei 2013.Saya dapat sms dari seorang ustad.Saya buka,”Mas,ini ada sedikit dana untuk bantu Dewi,nanti sore jam 4 bertemu di masjid Nurul ‘Ashri Deresan ya?”.Saya balas,”InsyaAlloh ustad akan saya usahakan”.Sore hari,jam 15.15 menit saya langsung menuju masjid Nurul ‘Ashri,waktu itu saya sampai jam 4 kurang dikit.Sambil menuggu ustad Andi (Bukan nama asli) datang,saya membaca buku dan sms beliau,”Ustad saya sudah sampai di masjid”.Beliau balas,”Di tunggu sebentar ya 

mas,saya lagi banyak tamu”.Saya balas,”oke ustad”.Ternyata ustad Andi pada waktu itu bertepatan dengan jadwal mengisi kajian rutin disana.Saya melanjutkan membaca buku sambil memperhatikan orang-orang yang masuk ke halaman parkir.Siapa tau ustad Andi sudah datang,saya sudah kenal beliau karena sering ngisi kajian dimana-mana dan juga pernah mengisi acara di radio MQ FM  Jogja.Tiba-tiba beliau datang mengunakan mobil Xenia warna Coklat Silver.Saya langsung menyapa,”Assalamu’laikum 

ustad”.”Wa’laikumussalam,dengan mas Feri ya,”.”iya ustad”.”Mas ini ada dana untuk Dewi sekitar Rp 1.450.000,semoga bermanfaat”.Ustad Andi langsung menyerahkan amplop putih berisi uang Rp 1.450.000.”Terimakasih banyak ustad,semoga amal kebaikan ustad di balas lebih baik oleh Alloh SWT”.Ustad jawab,”Aamiin”.Saya langsung berpamitan dan segera menuju RS Sarjitho.

Dari rumah saya sudah berniat untuk menginap lagi menjaga nenek.Sampai disana saya menuju Bangsal nenek saya,betapa terkejutnya saya.Nenek saya sudah tidak ada di tempat.Saya menuju bangsal Dewi,bertemu dengan budhenya.Saya tanya,”Bu,nenek saya kok sudah tidak ada ya”.”Sudah di bawa pulang mas,baru saja.Mas Feri tadi bertemu di jalan tidak”.”Tidak bertemu bu”.Ya sudah enggak papa(batin saya).Saya meyerahkan uang yang ada di dalam amplop.”Bu,ini ada sedikit dana untuk Dewi,totalnya Rp 1.450.000”.

Terlihat matanya berkaca-kaca dan mulutnya bergetar,”Mas Feri,terimaksih banyak sudah banyak membantu.Maaf kami jadi ngrepotin mas Feri.Padahal mas baru kenal kami baru beberapa saat”.”Tidak apa-apa bu,saya senang bisa membantu”.Oh,betapa bahagianya jika kita bisa banyak bermanfaat buat sesama.Hidup terasa semakin indah dan menyenangkan.”Mas,hari sabtu besok kami mau bawa pulang Dewi ke Ciamis dulu,mau mengurus surat bantuan operasi”.”Owh,terus pulang ke Ciamis mau naik kendaraan apa bu? “.”Naik mobil carteran atau rental mas,karena kasihan Dewi kalau pake bus,sedangkan kondisinya masih lemah”.Sambil pikir-pikir,saya teringat teman yang punya usaha mobil rental.Ketika itu,langsung saya sms.”Mas Feri,kalau besok kami jadi pulang ke Ciamis,mas harus ikut ya...Biar tau keadaan disana seperti apa.Pokoknya harus ikut..biar kami ada teman baru,apalagi mas Feri sudah banyak membantu”.Saya jawab,”InsyaAlloh bu,tapi saya izin dulu sama orang tua”.

            Hari Sabtu pagi, 11 Mei 2013.Keluarga Dewi sudah mulai mengemasi barang-barang dan mengurus biaya adminitrasi Rumah Sakit.Jam 09.00 mereka sudah selesai semua untuk persiapan pulang.Ketika saya lagi jualan juz,budhenya telephone saya,”Mas Feri,mobil rentalnya sudah dapat belum?”.Saya jawab,”Belum bu,kalau mobilnya sudah ada tapi sopirnya yang belum dapat”.Hari Jumat kemarin saya bilang mau menyarikan mobil rentalnya.”Kami sudah selesai semua,tinggal nunggu mobilnya”.Saya kira mereka kemarin mau pulang sore ini,ternyata pagi ini semuanya sudah beres.Saya sms dan telephon berkali-kali teman saya yang punya usaha rental mobil.Tiba-tiba teman saya telephone,”Mas mobil dan sopir bisanya setelah magrib”.”Maaf mas,keluarga teman saya sudah siap dari sekarang mau pulang ke Ciamis,kalau mobil untuk sore ini ada tidak?”.”Kalau sore ini belum ada yang kosong mas,semua sudah penuh dan di pesan”.”Wah,gimana ya...teman keluarga saya pengen segera pulang siang ini.”.”Ya,sudah nanti akan saya kabari lagi kalau mobil untuk sore ini sudah ada”.

            Menjelang siang budhenya Dewi telephone lagi,”Mas Feri mobilnya sudah ada belum”.”Maaf bu,mobil dan supirnya baru bisa setelah magrib.”.”Kalau sampai magrib kelamaan mas,kasihan Dewi juga kalau menunggu terlalu lama.Ya sudah saya cari mobil carteran yang ada disini”.”Iya bu,silahkan”.
            Setelah Dzuhur,teman saya sms.”Mas,mobil dan supir sudah ada,tapi jam 3,bagaimana?”.Saya balas,”Oke mas,tapi saya sms keluaarga teman saya dulu,mau tidak?,karena mereka buru-buru mau segera pulang”.”Oke,nanti saya di kabari lagi ya”.Saya balas,”Siap.mas”.Selang beberapa jam,Dewi langsung sms saya,”Mas,mobilnya kami sudah dapat.”.Saya balas,”Syukurlah,gimana nich saya jadi harus ikut tidak?”.

Saat bertemu dulu saya sudah minta nomer hpnya dan dia sudah tau nomer hp saya.Sebenarnya saya sudah siap dari pagi ,kalau jadi di ajak ke Ciamis dan sudah bilang sama bapak dan ibu,di perbolehkan ikut.Sambil menunggu jawaban sms dari Dewi,saya istirahat dulu.Hingga sampai sore saya belum dapat balasan juga.Saya berpikir positif saja,mungkin Alloh belum menghendaki saya ikut dengan mereka ke Ciamis.Dan benar saja,sampai malam belum balas sms saya.Dia pasti sudah berangkat pulang ke Ciamis.Tidak masalah bagi saya,ini adalah yang terbaik bagi saya.


            Hari Selasa pagi jam 09.00,14 Mei 2013. Saat saya sedang parkir motor di RS Wirosaban,tiba-tiba hp saya berbunyi ada sms masuk,lansung saya buka,”Mas,ini ada dana lagi untuk Dewi kira-kira bisa di ambil jam berapa?”,saya balas,”Maaf ustad,saya lagi jualan juz,insya Alloh kalau sudah selesai akan saya sms lagi”.

            Alhamdulillah,sekitar jam 12.30 WIB jualan jus saya sudah habis,saya sms ustad Andi untuk janji ketemuan jam berapa?.Beliau balas ketemuan jam 13.30 WIB di kantornya di daerah Condongcatur Sleman Jogjakarta.Sambil menunggu jam 13.30 WIB saya istrahat sebentar.


            Jam 13.00 saya tancap gas menuju kantor ustad Andi,sampai disana ustad Andi sudah menunggu.Saya ceritakan kronologi sebagian besar kasus sakit Dewi.Beliau menyarankan uang RP 3.000.000 yang akan diberikan kepada Dewi untuk sebagian dibelikan air zam-zam supaya mengusir gangguan jin yang ada di tubuhnya.Setelah menerima uang tersebut saya langsung berpamitan pulang.
            Hari berikutnya saya sms adiknya Dewi minta nomer rekening,karena mau transfer uang bantuan dana untuk kakaknya.Hari itu juga langsung saya transfer dan sms Dewi,bahwa sebagian uangnya untuk membeli air zam-zam.Setelah itu budhenya telephone saya mengucapkan trimakasih.

            Setelah beberapa hari tidak komunikasi dengan keluarganaya.Ahad 19 Mei 2013 budhenya telephone saya,”Assalamu’laikum mas Feri”.
”Wa’alaikumussalam”
“Mas,Dewi sekarang dibawa ke RS Banyumas,kondisinya kritis mas.Minta doanya ya mas supaya Dewi bisa cepat sembuh kembali”
“Ya,bu.Akan selalu saya doakan untuk kesembuhannya”
“Makasih banyak mas Feri”
Telephone langsung terputus,tut tut tut.....

            Selasa Malam,28 Mei 2013.Hp saya ada pangilan masuk,”Assalamu’laikum,ada apa bu?”

”Mas ini saya budhenya Dewi,mas besok Rabu Dewi mau di operasi,tapi kondisinya masih lemah.Mas doakan ya,jika jadi operasinya besok smoga lancar dan Dewi bisa sehat kembali”
“InsyaAlloh akan selalu saya doakan untuk kesembuhannya bu”
“Makasih banyak mas Feri,salam buat ibu dan keluarga ya”
“Iya bu,akan saya sampaikan”
Sambungan telephone pun mati.....
Ya Alloh Ya Rahman Ya Rahim.....

Ya Alloh,berikanlah kesembuhan untuk teman-ku Devi Fitriani(nama asli).
Berikanlah dia kesempatan untuk sehat kembali dan gugurkanlah segala dosanya....
Ya Alloh,maafkanlah segala kesalahan yang telah di perbuatnya....
Ya Alloh,saya ingin melihat senyum manisnya bersinar kembali mewarnai hari-harinya....
Aamiin Ya Rabbal’alamiin....

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba menulis milad satu tahun berdirinya Penerbit Gaul Fresh Indonesia bersama Sang Ksatria Pena La Ode Munafar"

Categories:

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

Copyright © Menebar Inspirasi Membuka Mata Hati | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑